Rabiul Awal 2026 Dimulai Malam Ini, Ternyata Ini 4 Amalan yang Dianjurkan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

13 - Aug - 2026, 06:47

Ilustrasi malam Rabiul Awal. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Bulan ini erat kaitannya dengan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW karena menjadi bulan kelahiran Rasulullah SAW, yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal.

Pada 2026, 1 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan Jumat 14 Agustus 2026. Namun, pergantian tanggal dalam kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi. Hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak matahari terbenam atau setelah masuk waktu Magrib. Dengan demikian, Rabiul Awal 1448 H mulai memasuki malam Jumat 13 Agustus 2026.

Baca Juga : Tanah 676 Meter Persegi Jadi Sengketa, Warga Gugat Pemdes Plosowahyu Lamongan ke KIP dan Ombudsman

Lantas, apa saja keutamaan Rabiul Awal dan amalan yang dapat dilakukan umat Islam selama bulan tersebut?

Keutamaan Rabiul Awal

Rabiul Awal menjadi bulan yang banyak diisi dengan kegiatan untuk mengenang kelahiran dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Salah satu yang paling dikenal adalah peringatan Maulid Nabi.

Merujuk NU Online, Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan semata-mata persoalan ibadah yang diperdebatkan keabsahannya. Menurut dia, maulid dapat dipandang sebagai tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat.

Peringatan maulid juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kembali keteladanan Rasulullah SAW. Mulai dari akhlak, sejarah kehidupan, perjuangan, kepemimpinan, strategi dakwah, aktivitas bisnis, hingga tata cara ibadah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Pandangan serupa disampaikan Imam Jalaluddin as-Suyuthi dari kalangan ulama Syafi'iyyah. Ia menyebut peringatan Maulid Nabi dapat menjadi amalan yang mendatangkan pahala. Kegiatan tersebut dapat diisi dengan berkumpul, berbagi makanan, memperbanyak ibadah, serta mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW.

Amalan di Bulan Rabiul Awal

Selain memperingati Maulid Nabi, umat Islam dapat mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amal kebaikan. Dilansir dari laman Kementerian Agama, berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan.

1. Puasa Sunah

Puasa sunah, terutama puasa Senin, dapat menjadi salah satu cara umat Islam meneladani Rasulullah SAW.

Hal ini berkaitan dengan hadis riwayat Sahih Muslim. Ketika ditanya mengenai puasa pada hari Senin, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari kelahirannya sekaligus hari ketika beliau diutus menjadi rasul atau diturunkannya wahyu kepada beliau.

Karena itu, memperbanyak puasa sunah, termasuk pada hari Senin, dapat menjadi salah satu bentuk ibadah yang dilakukan selama Rabiul Awal.

2. Memperbanyak Membaca Salawat

Rabiul Awal juga dapat diisi dengan memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Syekh Abdul Hamid Qudus menjelaskan bahwa pada bulan Rabiul Awal umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunah dan membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia.

Baca Juga : Empat Masalah Menjadi Alasan 10 SPPG di Kabupaten Malang Sempat Kena Suspend

Membaca salawat dapat menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus mengingat kembali ajaran dan keteladanan beliau.

3. Memperingati Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan umat Islam ketika memasuki Rabiul Awal.

Imam as-Suyuthi dalam kitab Al-Wasail fi Syarhis Syamail menjelaskan bahwa membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang mulia. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat kehidupan Rasulullah SAW.

Tidak hanya sekadar perayaan, Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari kembali akhlak, perjuangan, dakwah, serta ajaran Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Memperbanyak Sedekah

Amalan lain yang dapat dilakukan selama Rabiul Awal adalah memperbanyak sedekah dan berbagai bentuk kebaikan kepada sesama.

Sedekah dapat diwujudkan dengan membantu orang yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit, maupun meringankan beban orang lain.

Berbagai kebaikan tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana untuk meneladani ajaran Rasulullah SAW yang mengajarkan umatnya untuk peduli dan membantu sesama.

Dengan demikian, Rabiul Awal tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak ibadah, membaca shalawat, bersedekah, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.