Bupati Malang: Lestarikan Nilai Budaya Melalui Bersih Desa
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
07 - Aug - 2026, 11:17
JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meminta kepada masyarakat luas Kabupaten Malang untuk dapat melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi kearifan lokal di wilayahnya masing-masing dengan berbagai cara, salah satunya dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi rangkaian kegiatan bersih desa
Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri pagelaran wayang kulit di kegiatan bersih desa di Balai Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, kegiatan bersih desa dapat menjadi momentum untuk merawat warisan budaya sekaligus mempererat nilai-nilai gotong royong di tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga : Masihkah Kita Menjadi Anak Semua Bangsa?
Menurut Sanusi, kegiatan bersih desa merupakan bagian dari ekspresi rasa syukur masyarakat sekaligus ruang untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan kehidupan bersama. Nilai tersebut kemudian dipadukan dengan kesenian wayang kulit yang sarat akan pesan moral, filosofi kehidupan dan kearifan lokal.
Pria yang sejak kecil hidup di lingkungan warga Nahdliyyin itu menuturkan, pertunjukan wayang kulit memiliki posisi penting dalam upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan. Di tengah perubahan zaman, menurutnya kesenian tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.
"Pertunjukan wayang kulit yang diselenggarakan dalam rangka Bersih Desa ini, merupakan sebuah upaya nyata kita dalam melestarikan nilai-nilai luhur agar dapat diwariskan kepada para generasi penerus," ungkap Sanusi.
Pihaknya menilai kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Kabupaten Malang merupakan aset sosial yang harus dirawat bersama. Tradisi desa tidak hanya berkaitan dengan peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat hubungan antar masyarakat.
Lebih lanjut, Sanusi juga menambahkan, berbagai desa di Kabupaten Malang memiliki tradisi dan kegiatan selamatan desa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui masyarakat.
Baca Juga : Tekanan Ekonomi Picu Tunggakan Pajak Ojol, Pemprov Jatim Gulirkan Pemutihan Khusus
Menurutnya, tradisi tersebut, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan tahunan. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
"Penting bagi kita semua sebagai insan manusia untuk senantiasa bersyukur dan belajar dari apa pun yang terjadi di masa lalu untuk dapat menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Melakukan introspeksi, sejatinya merupakan fitrah bagi insan manusia agar senantiasa meningkatkan kualitas dan kapasitas yang ada di dalam diri kita masing-masing," pungkas Sanusi.
