Kalender Jawa Weton Jumat Pahing 24 Juli 2026: Hari Baik tuk Renovasi Rumah

Reporter

Binti Nikmatur

24 - Jul - 2026, 06:23

Ilustrasi renovasi rumah. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Jumat (24 Juli 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 10 Sapar 1960 Tahun Be, bertepatan dengan 10 Safar 1448 Hijriah, dan berada dalam Wuku Pahang. Weton hari ini adalah Jumat Pahing dengan jumlah neptu 15 (Jumat 6 + Pahing 9).

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton masih dipercaya sebagai salah satu pedoman untuk membaca karakter, rezeki, jodoh, hingga menentukan hari baik dalam berbagai aktivitas. 

Baca Juga : Update Laka Hiace Renggut 3 Korban Jiwa di Tol Pandaan-Malang: 5 Korban Luka Masih Dirawat

Orang yang lahir pada weton Jumat Pahing dikenal memiliki kepribadian ramah, santun, dan pandai bertutur kata. Sikapnya yang jujur serta memiliki cita-cita tinggi membuatnya mudah disukai banyak orang. Selain itu, sosok ini dikenal tabah, pemberani, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

Di balik sifat positif tersebut, Jumat Pahing juga memiliki karakter berhati keras. Keteguhan pendirian membuatnya sulit dipengaruhi, tetapi pada kondisi tertentu dapat berubah menjadi keras kepala ketika mempertahankan keyakinannya.

Menurut Primbon Jawa, Pangarasan weton Jumat Pahing adalah Lakuning Srengenge, yang melambangkan pribadi terang, berwibawa, sekaligus mampu membawa semangat dan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Karakter ini membuat pemilik weton sering dipercaya memimpin atau menjadi panutan.

Sementara itu, Pancasuda Jumat Pahing adalah Tunggak Semi, yang diibaratkan seperti pohon ditebang tetapi kembali menumbuhkan tunas baru. Makna tersebut menggambarkan rezeki yang terus mengalir atau rizki lumintu. Penghasilan maupun pekerjaan umumnya berjalan stabil meski sesekali menghadapi hambatan.

Hari ini juga berada dalam Wuku Pahang yang dilambangkan oleh Bathara Tôntra. Wuku ini menggambarkan sifat yang cenderung berlebihan saat berbicara sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Berbagai simbol dalam Wuku Pahang juga memiliki makna tersendiri. Gedhong telentang melambangkan sifat boros karena terlalu mudah mengeluarkan harta. Burung cocak menjadi simbol ucapan yang berlebihan hingga berpotensi tidak sesuai kenyataan.

Selain itu, keris tajam yang dipanggul menggambarkan keberanian yang kadang kurang disertai perhitungan matang. Gambaran pulau yang tampak dari kejauhan menunjukkan apa pun yang dilakukan dapat membuat seseorang cepat dikenal, namun di balik citra baiknya terdapat kecenderungan angkuh. Pohon kendhayaan melambangkan sifat suka mengayomi orang yang sedang mengalami kesulitan.

Baca Juga : Pemilu 2029: Gerindra Situbondo Kirim 100 Calon Kader Ikuti Diklat Laskar Jatim, Perkuat Kaderisasi

Lambang burung yang terkena jerat menjadi pertanda adanya kesedihan. Dalam primbon disebutkan bahaya pada Wuku Pahang berasal dari upas atau penganiayaan. Karena itu, selama tujuh hari wuku ini disarankan menghindari perjalanan ke arah Selatan untuk urusan yang penting.

Secara khusus, Jumat Pahing di Wuku Pahang dinilai kurang baik untuk bepergian jauh. Primbon menyebut perjalanan pada hari ini berpotensi menghadapi hambatan atau gangguan. Sebaliknya, hari ini justru dianggap baik apabila dimanfaatkan untuk merobohkan bangunan lama yang akan direnovasi atau dibangun kembali.

Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Jumat Pahing dikenal kreatif serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Profesi yang dinilai sesuai antara lain pemimpin organisasi, pengusaha, seniman, kreator konten, tokoh agama, pemimpin komunitas, pengacara, konsultan, dosen, hingga peneliti. Menurut primbon, arah keberuntungan untuk mencari rezeki berada di Barat dan Utara.

Sementara dalam urusan asmara, Jumat Pahing dengan neptu 15 dipercaya paling serasi dipasangkan dengan weton yang memiliki neptu 9 atau 14. Beberapa weton yang dinilai membawa keharmonisan rumah tangga antara lain Jumat Kliwon, Minggu Pon, Minggu Wage, Rabu Pon, dan Sabtu Legi.