Mayat Wanita Lansia Ditemukan Tersangkut di Sungai Gadungan Setelah Hilang 3 Minggu

17 - May - 2026, 08:09

Polisi saat melakukan serangkaian penyelidikan peristiwa penemuan mayat wanita lansia yang tersangkut pada aliran sungai di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Minggu (17/5/2026). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Mayat wanita lansia ditemukan tersangkut pada aliran sungai di Dusun Gadungan, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Minggu (17/5/2026). Mayat yang ditemukan warga dan membuat gempar masyarakat setempat tersebut diketahui sempat dilaporkan hilang selama tiga minggu.

Di sisi lain, peristiwa penemuan mayat tersebut juga sempat viral dan beredar di sejumlah platform media sosial (medsos). Informasi penemuan mayat itupun juga sempat beredar di sejumlah WhatsApp Grup.

Baca Juga : Plt Bupati Tulungagung Lepas Keberangkatan Ratusan Jamaah Haji ke Tanah Suci

Berdasarkan video amatir yang diterima JatimTIMES pada Minggu (17/5/2026), nampak mayat seorang wanita yang belakangan diketahui merupakan lansia tersebut terlihat tersangkut pada bambu pembatas aliran sungai. Mayat tersebut akhirnya di evakuasi usai dilaporkan ke Polsek Poncokusumo.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiharto membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat yang kini viral tersebut. Kejadiannya pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga dalam posisi telungkup dan tersangkut di bambu pembatas aliran sungai dalam keadaan sudah membusuk, diduga karena terendam air sungai," ujarnya.

Sekitar 30 menit setelah ditemukan warga, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan oleh perangkat desa setempat ke Polsek Poncokusumo. Polisi yang mendapat laporan kemudian bergegas mendatangi lokasi kejadian.

"Ciri-ciri mayat ialah tinggi sekitar 150 sentimeter, berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berusia sekitar 60 tahun," bebernya.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengungkap identitas korban. Diketahui, mayat wanita lansia berusia 67 tahun tersebut diketahui bernama Pariami warga Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

"Satu setel pakaian baju warna biru yang dipakai korban telah diamankan sebagai barang bukti," imbuhnya.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun polisi, mayat wanita lansia tersebut ditemukan pertama kali oleh dua orang warga setempat  yang diketahui bernama Hariadi (40) dan Bari (64).

"Saat akan mandi di tepi sungai, kedua saksi tersebut melihat mayat berjenis kelamin perempuan dalam posisi telungkup dan tersangkut di bambu pembatas aliran sungai dalam keadaan sudah membusuk," tuturnya.

Kejadian tersebut oleh saksi kemudian disampaikan ke perangkat desa yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Poncokusumo. Polisi kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan pengecekan sekaligus penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Sejumlah Tempat Wisata Naik 4 Kali Lipat

"Dari hasil pemeriksaan, di sekitar TKP tersebut merupakan sungai yang memang digunakan untuk mandi bagi warga setempat," imbuhnya.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan termasuk olah TKP, petugas gabungan dari Polsek Poncokusumo, Puskesmas Poncokusumo, perangkat desa setempat, anggota Koramil Poncokusumo hingga masyarakat sekitar akhirnya mengevakuasi korban dari aliran sungai. Namun, di sela penyelidikan berlangsung, polisi didatangi oleh salah satu warga yang diketahui bernama Jamilah.

"Ia (Jamilah) melaporkan bahwa ibunya tidak pulang selama tiga minggu," imbuhnya.

Jamilah bersama pihak keluarga lainnya kemudian mengecek kondisi korban. Mereka kemudian membenarkan bahwa korban tersebut merupakan orang tua kandung dari Jamilah.

Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban akhirnya dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman. "Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut atas kematian korban, serta telah membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," imbuhnya.

Berdasarkan hasil visum luar, polisi memastikan tidak terdapat luka ataupun bekas resapan darah yang diakibatkan oleh benda tajam di seluruh tubuh korban. Selain itu juga tidak ditemukan tanda kekerasan benda tumpul di seluruh tubuh korban.

"Korban kemungkinan meninggal setelah hanyut pada saat akan mandi di sungai tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban dalam kondisi sudah tua dan pikun serta sering lalai atau lupa," pungkasnya.