Atap SMKN 1 Ampelgading Ambruk, 3 Kelas Rusak Sebabkan Kerugian Ratusan Juta
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
29 - Mar - 2026, 08:16
JATIMTIMES - Atap gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ampelgading yang berlokasi di Desa Tirtomarto ambruk, Minggu (29/3/2026). Penyebabnya diduga akibat diguyur hujan deras selama beberapa hari yang terjadi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Pihak terkait menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta.
Baca Juga : Gubernur Jatim Khofifah Guyur Rp 10 Miliar untuk Sirkuit Suryo Magetan, Targetkan Cetak Rider Kelas Dunia
Kepala Desa Tirtomarto Joni Suhariyanto menyebut, sesuai keterangan dari penjaga sekolah, peristiwa robohnya atap gedung sekolah tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
"Sebelum kejadian tersebut memang setiap hari cuacanya hujan dengan intensitas sedang hingga deras selama dua hari belakangan ini," ujarnya kepada JatimTIMES, Minggu (29/3/2026) malam.
Hujan deras yang diduga mengakibatkan atap gedung SMKN 1 Ampelgading ambruk tersebut turut menimpa tiga ruang kelas XII. Kerusakan terjadi mulai dari bagian atap, plafon, jendela, lemari, meja, hingga kursi yang ada di sejumlah ruangan kelas tersebut.
"Tidak ada korban jiwa, untuk kerugian materiil sementara ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 200 juta," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, beberapa bangunan SMKN 1 Ampelgading yang ambruk tersebut di bangun pada tahun 2018. Di mana, konstruksi atap berasal dari galvalum dengan jarak antara usuk yang menopang genteng pada bangunan tersebut diperkirakan terlalu lebar. Yakni berjarak lebih dari satu meter, sehingga diduga tidak kuat menopang beban pada genting.
"Diduga konstruksinya kurang bagus, soalnya kerangka atap dari baja ringan. Sedangkan atapnya pakai genteng yang cukup berat, kemudian kerangka atapnya kurang rapat jaraknya. Sehingga ambruk setelah diguyur hujan dua hari berturut-turut," pungkasnya.
Baca Juga : Selama Lebaran 2026, Polresta Malang Kota Catat 12 Kasus Kriminalitas dan Laka
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), sejumlah pihak terkait mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Dewan Guru dari Dinas Pendidikan, Muspika Ampelgading, Pemerintah Desa (Pemdes) Tirtomarto, para relawan, hingga masyarakat sekitar telah mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan serta pendataan awal.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi belum memungkinkan untuk dilakukan pembersihan secara keseluruhan. Namun demikian, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk segera dilakukan pendataan dan perbaikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh JatimTIMES, ambruknya atap gedung sekolah tersebut diperkirakan tidak sampai menghentikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu sesuai dengan hasil peninjauan dari dinas terkait yang rencananya bakal dilanjutkan besok, Senin (30/3/2026).
