Malang Jadi Jalur Favorit Pemudik, Volume Kendaraan Naik Signifikan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - Mar - 2026, 06:39
JATIMTIMES - Arus balik Lebaran 2026 di Kota Malang justru menunjukkan lonjakan signifikan, berbanding terbalik dengan prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan mobilitas. Peningkatan ini tak lepas dari posisi strategis Kota Malang sebagai jalur perlintasan utama, baik di jalur provinsi maupun nasional.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengakui bahwa realisasi di lapangan melampaui perkiraan. Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Perhubungan RI, pihaknya memprediksi volume kendaraan akan turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun lalu. Namun fakta berbicara lain. Sejak masa mudik hingga arus balik, jumlah kendaraan yang melintas justru meningkat.
Baca Juga : Minim Laka Lantas dan Nol Balap Liar, Lalu Lintas Kota Malang Tetap Kondusif saat Lebaran 2026
“Arus mudik dan balik ini tidak ada penurunan, justru meningkat dibanding tahun lalu. Kota Malang ini kan kota perlintasan, ada tujuh titik yang kami pantau, seperti dari arah tol Malang hingga Jalan Gatot Subroto,” ujar Widjaja, Rabu (25/3/2026).
Meski terjadi lonjakan kendaraan, Widjaja yang biasa disapa Jaya itu menyebut kondisi lalu lintas di pusat kota relatif terkendali. Kepadatan hanya terlihat di kawasan pusat perbelanjaan. “Kalau di tengah kota tidak terlalu padat, kecuali di pusat perbelanjaan,” tambahnya.
Jaya menyebut puncak arus balik terjadi pada Senin lalu dan saat ini mulai melandai. Kondisi lalu lintas diperkirakan kembali normal pada 30 Maret 2026, seiring masih berlangsungnya masa libur serta kebijakan kerja dari rumah.
“Puncaknya Senin kemarin, sekarang sudah mulai landai. Prediksi normal maksimal tanggal 30,” jelasnya.
Data Dinas Perhubungan Kota Malang mencatat lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2025. Untuk kendaraan keluar, tercatat 305.478 unit pada 17 Maret 2026, meningkat 17,4 persen dari 260.146 kendaraan pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan masuk mencapai 290.592 unit pada 18 Maret 2026 atau naik 22,7 persen dibandingkan 236.774 kendaraan pada tahun sebelumnya. Pada 24 Maret 2026, tercatat 149.768 kendaraan masuk dan 131.797 kendaraan keluar Kota Malang.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran sekaligus meningkatkan beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Menariknya, terjadi perubahan pola distribusi kendaraan. Jika sebelumnya terpusat di Jalan Ahmad Yani, kini pergerakan mulai menyebar ke sejumlah ruas strategis lain.
Beberapa ruas yang mengalami peningkatan signifikan antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Jalan LA Sucipto, dan Jalan Mayjen Sungkono. Meski demikian, Jalan Ahmad Yani tetap menjadi koridor utama dengan volume kendaraan tertinggi, bahkan mencapai lebih dari 125 ribu kendaraan dalam satu hari.
“Distribusi lalu lintas tahun ini mulai menyebar, tidak lagi terpusat di satu ruas seperti sebelumnya, meskipun Jalan Ahmad Yani masih menjadi koridor utama,” jelasnya.
Sejumlah titik dengan volume tinggi tercatat di antaranya Jalan Kolonel Sugiono dengan 98.879 kendaraan untuk arus masuk pada 17 Maret 2026, Jalan LA Sucipto 49.280 kendaraan untuk arus keluar di tanggal yang sama, serta Jalan Mayjen Sungkono 75.271 kendaraan untuk arus keluar pada 18 Maret 2026. Sementara itu, Jalan Sudanco Supriyadi mencatat 16.611 kendaraan keluar pada 24 Maret 2026.
Baca Juga : Puncak Arus Balik Idulfitri, Volume Kendaraan di Tol Sumo Melonjak Tajam Hingga 39 Persen
Mengantisipasi lonjakan serupa di masa mendatang, Dishub Kota Malang berencana mengoptimalkan Terminal Madyopuro sebagai rest area bagi pengguna jalan. Lokasinya yang strategis di dekat akses tol dinilai sangat potensial.
“Kami melihat kebutuhan fasilitas pendukung. Harapannya tahun depan Terminal Madyopuro bisa menjadi tempat peristirahatan atau rest area, karena lokasinya dekat tol dan strategis,” ujar Jaya.
Ia memastikan, pengembangan tersebut tidak akan mengganggu fungsi utama terminal, melainkan sebagai penguatan konsep terminal wisata.
“Fungsi terminal tetap berjalan, hanya ada tambahan rest area,” katanya.
Sementara itu, seorang pemudik asal Probolinggo, Joko Fingky, mengaku arus lalu lintas di Kota Malang saat arus balik relatif lancar. Ia menempuh perjalanan menuju Blitar dalam waktu sekitar 3,5 jam.
“Setiap tahun kalau mudik selalu melewati Kota Malang, tahun ini memang terasa lancar, tidak begitu macet. Mungkin karena sudah masuk kerja sehingga sudah melewati puncak arus balik,” ujar Joko.
Menurutnya, Kota Malang tetap menjadi jalur alternatif favorit, terutama untuk mengakses jalan tol melalui kawasan Madyopuro. “Tujuannya tak lain ya untuk bisa masuk tol. Saya masuk tol di Madyopuro itu,” ujarnya.
Sebagai pengguna jalan, ia menilai fasilitas mudik saat ini sudah cukup baik. Namun, ia berharap pembangunan jalan tol yang menghubungkan Malang hingga Blitar segera terealisasi. “Saya berharap rencana pembangunan tol ke Blitar itu segera bisa terealisasi,” harapnya.
