Peminat Bahasa Indonesia di Jepang Terus Bertambah, Dipicu Prospek Ekonomi Indonesia
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
23 - Mar - 2026, 08:12
JATIMTIMES - Ketertarikan masyarakat Jepang untuk mempelajari bahasa Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini terlihat dari bertambahnya jumlah mahasiswa yang memilih program studi bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi di Jepang. Salah satunya di Kanda University of International Studies.
Dosen asal Indonesia yang mengajar di program tersebut, Prof Suyoto, menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di kampusnya tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Dari Malang Fashion Runway hingga Japan Festival, Ini Daftar Event Matos Malang 2026
Menurut dia, pengajaran bahasa Indonesia di Jepang lebih menitikberatkan pada pendekatan pragmatik, yakni bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi nyata. Selain itu, pembelajaran masih banyak berfokus pada tata bahasa sebagai dasar agar mahasiswa memahami struktur bahasa dengan baik.
“Untuk pembelajaran bahasa Indonesia di sana, fokusnya lebih pada pragmatik atau penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari, tetapi sebagian besar juga tetap menekankan tata bahasa,” jelasnya saat ditemui di Kampus STIE Malangkucecwara.
Karena mahasiswa di Jepang tidak memiliki banyak kesempatan berinteraksi langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia, pihak kampus kemudian mengembangkan program pembelajaran intensif. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung melalui kegiatan interaktif dan pengalaman komunikasi yang lebih nyata.
“Di Jepang kesempatan mereka berkomunikasi langsung dengan orang Indonesia sangat terbatas. Karena itu kami membuat program intensif agar mahasiswa bisa mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga tahun 2026 jumlah mahasiswa dari Kanda University of International Studies yang telah belajar bahasa Indonesia mencapai sekitar 553 orang. Sementara jika dihitung secara keseluruhan, jumlah peminat pembelajaran bahasa Indonesia di Jepang pada semester pertama tahun 2026 mencapai sekitar 4.260 orang.
Jumlah tersebut menunjukkan minat yang cukup besar terhadap bahasa Indonesia di kalangan masyarakat Jepang.
Menurut Prof Suyoto, salah satu faktor utama yang mendorong minat tersebut adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Banyak kalangan di Jepang memperkirakan bahwa pada tahun 2050 Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Baca Juga : 312 Ribu Remaja Terpapar Narkotika, BNN: Dipicu Penasaran
“Banyak mahasiswa Jepang yang melihat prediksi ekonomi bahwa pada tahun 2050 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi besar, bahkan diperkirakan masuk empat besar dunia. Itu menjadi salah satu alasan mereka tertarik mempelajari bahasa Indonesia,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, daya tarik budaya Indonesia juga menjadi alasan penting. Keunikan budaya serta keramahan masyarakat Indonesia membuat banyak mahasiswa Jepang ingin mengenal Indonesia lebih dekat melalui bahasa.
Ia menilai perkembangan ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya melalui pendidikan bahasa. Dengan belajar bahasa Indonesia, mahasiswa Jepang tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga memahami nilai, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
“Minat belajar bahasa Indonesia di Jepang terus berkembang. Bahasa menjadi jembatan untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat,” kata Prof Suyoto.
Dengan tren yang terus meningkat tersebut, ia berharap kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Jepang dapat semakin diperkuat, baik melalui program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
