Terbengkalai Sejak 2019, Jembatan Gantung Kebonagung Menunggu Kepastian
Reporter
Teguh Eko Januari
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - Jul - 2022, 07:49
JATIMTIMES- Jembatan Gantung Kali Curah Menjangan yang berada di Dusun Krajan II Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang yang runtuh akibat diterjang banjir sejak tahun 2019, hingga kini masih dibiarkan terbengkalai. Padahal keberadaan jembataan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga.
Selain dibutuhkan oleh warga Desa Kebonagung, Dusun Kebonarang, jembatan tersebut juga penting bagi warga Desa Klanting dan beberapa desa sekitar.
Baca Juga : Musim Liburan Sekolah, Anak-anak di Kota Kediri Bisa Ikut Khitan Gratis
“Petani, pedagang dan warga yang ingin ke pasar selalu lewat jembatan ini, anak-anak yang sekolah di SMP 2 Sukodono juga lewat sini, soalnya kalau lewat jalan besar butuh waktu karena harus berputar,” ujar seorang warga yang bernama Kasno.
Ia mengaku sangat tergantung dengan jembatan gantung tersebut karena ia memiliki lahan pertanian yang berada di seberang Kali Curah Menjangan, sehingga setiap akan ke lahan pertaniannya ia harus berputar lewat jalan besar.
Menanggapi keluhan warga terkait terbengkalainya Jembatan Gantung tersebut, Kepala Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono Lumajang, Suhanto, mengaku sudah melaporkan ke Kecamatan Sukodono dan Pemda Lumajang sejak lama.
“Iya memang belum tersentuh pembangunan sampai sekarang, saya tahu ini dibutuhkan anak-anak untuk akses ke sekolah, karena kalau lewat jalan besar sangat berisiko apalagi ketika musim tebu banyak truk yang berseliweran,” tukasnya.
Suhanto mengaku tidak bisa membangun jembatan tersebut dengan dana desa karena butuh anggaran yang besar. Revitalisasi jembatan tersebut pernah akan dilaksanakan dan menjadi skala prioritas Kecamatan Sukodono, namun ini terpaksa dipending karena ada refocusing anggaran untuk penanganan wabah Covid-19.
Baca Juga : KPK Panggil Mantan Anggota Legislatif 2014-2019 Terkait Kasus Tipikor di Tulungagung
“Dulu ada program kecamatan, dimana setiap kecamatan dapat bantuan keuangan Rp 2 M, jembatan ini sudah masuk skala prioritas yang akan dibangun,” tuturnya.
Suhanto berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Kecamatan Sukodono, agar bisa kembali memprioritaskan pembangunan jembatan tersebut. “Ini demi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setelah lama terpuruk akibat pandemi Covid-19,” pungkasnya.
