Kadung Cinta, Yusuf Jalani Usaha Ganti Kulit Jok sejak Bangku SD
Reporter
Pawitra Huda Pradana
Editor
Yunan Helmy
13 - Nov - 2018, 08:37
Dulu di era 2000-an, Pasar Klojen Lumajang terkenal sebagai salah satu pusat usaha servis jok motor. Menempati puluhan lapak yang ada di sana, usaha kulit jok awalnya didominasi warga sekitar Jln Dewi Sartika (Masjid Al-Huda) Lumajang.
"Lambat laun banyak lapak yang kemudian dijual ke pedagang lain. Servis jok motor kemudian banyak yang bergeser ke timur, di sepanjang Jalan Wahid Hasyim," ungkap Yusuf, salah satu pelaku usaha kulit jok motor di timur Gereja Aletheia, Jalan Wahid Hasyim, Selasa (13/11/2018).
Yusuf sendiri mulai belajar memperbaiki jok motor sejak masih SD. Saat itu masih membantu ayahnya yang merintis usaha ini, sampai sekarang berusia 32 tahun dan sudah memiliki 1 anak. Berbeda dengan dulu yang sehari bisa melayani sampai 20 motor, saat ini dalam sehari bisa mendapat order 10 motor saja Yusuf sudah bersyukur.
"Sekarang motor tambah banyak tapi pengerajin jok juga tambah banyak Mas, kalau dulu usaha seperti ini cuma di kota Lumajang, sekarang di pelosok kecamatan sudah banyak usaha sejenis. Ya disyukuri saja, yang namanya rezeki selalu ada jalan," cerita Yusuf kepada LumajangTimes.
Yusuf mengaku pindah ke lapak yang sekarang ditempati sejak tahun 2010-an, sebelumnya lapaknya yang merupakan usaha peninggalan ayahnya berada di area Pasar Klojen. Ayahnya, Sutris, warga Jln. Dewi Sartika sekarang sudah mulai lanjut usia dan sakit-sakitan.
"Setahu saya dulu tahun 80-an kebanyakan yang buka usaha jok motor memang orang-orang sekitar sini mas, RW 3 Citrodiwangsan, termasuk ayah saya. Berawal dari keterampilan yang diajarkan di Karang Taruna sini, kemudian dari situ banyak melahirkan usaha ganti jok motor," lanjut Yusuf yang sekarang tinggal di Kecamatan Kedungjajang ini.
Saat ini servis yang Yusuf berikan antara lain ganti kulit jok, potong/ganti busa jok, termasuk modifikasi jok. Untuk mengganti kulit jok motor, pelanggan cukup membayar 45 ribu untuk kulit jok standar. Hasil pekerjaan Yusuf juga sangat rapi, tak heran jika usahanya tetap bertahan hingga berpuluh tahun sampai sekarang.
"Dulu saya sempat ganti usaha lain, tapi ujung-ujungnya saya tetap meneruskan usaha bapak saya ini, soalnya pelanggannya juga masih ada. Mungkin sudah kadung cinta dengan usaha ini, meskipun kecil-kecilan dan lapak juga masih sewa, yang penting bisa membawa rezeki halal untuk keluarga," tutupnya. (*)
