Awas! Jembatan Gambiran Terancam Ambruk, Sedimen Turun 1 Meter

Reporter

M. Imron

16 - Nov - 2017, 10:04

Sendimen di sekitar pondasi Jembatan Gambiran turun 1 meter sehingga PUTR memasang jumbo bag

Jembatan Gambiran yang berada di Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Kota Lumajang dikabarkan terancam ambruk akibat diterjang lahar hujan kiriman dari Gunung Semeru bulan kemarin.

Terjangan banjir yang membawa material sampah, batu dan pasir membuat sedimen di area pondasi Jembatan Gambiran turun hingga 1 meter. 

Selain penurunan sedimen, pondasi jembatan bagian barat amblas lantaran tidak kuat menahan air bercampur material batu dan pasir lahar hujan Semeru yang melintasi bawah jembatan.

Sementara itu, separuh jalan di bagian ujung jembatan sebelah timur mengalami retak memanjang. 

Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara motor yang sering melintas khawatir jalan akan amblas lebih parah, terlebih jika banjir bandang kiriman dari Gunung Semeru kembali terjadi.

"Cukup khawatir jika melintas di Jembatan Gambiran, karena ada retakan di bagian ujung timur," ujar Ahmad, pengendara yang sering melintas di jalan jembatan tersebut.

Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Lumajang terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) memperbaiki retakan dan pondasi akibat tergerus lahar hujan Semeru.

"Berharap pemerintah langsung menindaklanjuti dan memperbaiki sehingga kerusakan tidak makin parah serta menyebabkan dampak sosial terjadi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Suprayetno mengatakan, sedimen di sekitar jembatan mengalami penurunan.

"Sedimen tanah di sekitar pondasi Jembatan Gambiran turun hingga 1 meter," katanya, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (16/11).

Mengantisipasi turunnya sedimen di sekitar pondasi akibat dorongan derasnya banjir bandang, DPUTR telah memasang jumbo bag di bagian pondasi secara memutar.

Pemasang jombo bag tersebut sebagai antisipasi agar pondasi tidak semakin tergerus air. "Sementara di Jembatan Gambiran sudah kita pasang jumbo bag untuk penahan laju derasnya air sungai," ungkapnya.

Pondasi Jembatan Gambiran ada dua buah dengan kedalaman 4 meter, bagian sisi barat tergerus air. Sedangkan bagian timur masih dalam kondisi bagus.

Meski demikian, Prayetno menjelaskan agar masyarakat tidak perlu panik. Sebab, kata dia, jembatan tersebut masih dalam kondisi baik dan bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua.

"Retakan di ujung timur sudah lama. Tidak masalah masih bisa dilalui kendaraan, jika rusak berat maka kondisi jembatan akan berubah. Jembatan Gambiran kan masih dalam kondisi baik," tuturnya.

Jembatan Gambiran dibangun pada tahun 1973. Belum pernah ada perbaikan selama ini. Jembatan tersebut merupakan akses bagi warga Lumajang.